Who is the real Terrorist?

We still can remember clearly at 11 Sept 2001, the twin tower world trade center in New York was hit by commercial jet plane. This tragedy shocking many people in the world, especially American citizen. Approximately six thousand people has died, most of them of course are American. Because of this incident, American government, with no doubt and with haste declares war to Afghanistan, which is accused as a country that supports terrorist organization AL-Qaeda. American President: George Walker Bush denotes simple statement “you’re either with us or you against us”. And the result is easy to predict, nation who reject  to cooperate with U.S government like North Korea, Iran, Iraq, Afghanistan and Venezuela are accused as "Terrorist Supporter" country.

A few years later after U.S declaration of war to Afghanistan and Iraq, about Six hundred Thousands Iraqi civilian died and two thousands people died during US invasion to Afghanistan..and yet, it still counting until now. And thousands young soldier from Germany, U.S, U.K and other countries that participate in Iraqi & Afghanistan war has died in vain and bring only pain and suffer for their family.
We may asking to ourselves after read the text above "Who is the real terrorist?" If we defining Terrorist as person/group who brings the terror to public, we may say that Al-Qaeda or something stuff like that as U.S government always told bring far less terror than what U.S government did. Al-Qaeda (or else) "only" kill 6000 people in New York, but U.S government kills almost a million citizens in Afghanistan and Iraq. Al-Qaeda bring only 500 million people in the feeling of anxiousness, but U.S bring more than 2 billion people in the feeling of afraid being attacked by U.S army only because they have different perspective of view from U.S Government! 



Funny isn't when we always worried about Al-Qaeda or Jamaah Islamiah to bomb us while we drive at public street meanwhile the institution who we trust to protect us commence a mass murderer at other side of the world. Funny when we imagine while we think they're protect us and act like a good nice friend but actually they suck and stabbed us from our back.

So if I ask you again the question? "Who is the real terrorist?" what would be your answer?

Begitupun halnya dengan isu teroris dalam negeri yang begitu heboh diceritakan oleh beberapa media massa. Diceritakan disana teroris adalah orang-orang bertopeng yang dilengkapi dengan senapan serbu rifle M-16 & Ak-47, dan biasanya juga mereka (seperti yang ada di film-film Holywood) adalah sosok yang hebat dalam penyamaran dan ahli dalam perakitan bom. Merekapun bekerja dalam invisible Organization yang begitu rapih dan tersembunyi, persis seperti cerita serial Detective Conan.

Yang menjadi masalah adalah sosok teroris ala Holywood ini terlalu banyak menarik perhatian publik dari akar segala masalah di Indonesia (termasuk terorisme), yaitu Korupsi. Ya benar, tidak dapat disangkal bahwa penghancur negara nomor satu di republik ini adalah para koruptor-koruptor yang berkeliaran dengan leluasanya.

 Lalu apa hubungan Koruptor dengan Teroris? Jelas, tanpa ada koruptor maka potensi terjadinya tindak terorisme sangat kecil karena pada dasarnya terorisme muncul karena hal-hal berikut:

1.Kurangnya akses terhadap pendidikan.
2.Kemiskinan
3.Terjadinya kesenjangan sosial yang pada akhirnya berujung pada kecemburuan sosial.
4.Kurangnya perhatian/penghargaan atas aktualisasi diri individu, sehingga mengakibatkan individu terjurumus dalam aktualisasi yang "negatif".

Keempat hal tersebut memang sangat kurang di Indonesia dan uniknya, keempat hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Seperti kita lihat sendiri berapa puluh juta anak muda kita yang tidak mengenyam pendidikan sesuai standar. Pendidikan yang tidak layak mengakibatkan potensi diri yang tidak berkembang dan akhirnya membawa sang individu menjadi seorang yang tidak kompetitif atau tidak berkualitas. Kualitas rendah sang individu tersebut mengakibatkan dia tidak mampu mencapai sumber-sumber daya ekonomi yang sebenarnya menjadi kebutuhan mendasar dia, dimana hal tersebut membuat sang individu ini jatuh miskin. Kemiskinan yang tidak merata mengakibatkan adanya kecemburuan sosial dari si miskin terhadap si kaya, atau kalau boleh kita pinjam istilah dalam buku Manifesto Komunis-nya si Karl Marx: Ada kecemburuan kaum proletariat terhadap kaum kapitalis.

Si miskin pun, kalaupun dia mempunyai kemampuan/keahlian tertentu biasanya jarang diperhatikan oleh instansi yang mempunyai otoritas. Hal ini tentu menimbulkan keputusasaan bagi si miskin karena tidak mampu untuk keluar dari "lingkaran setan" kemiskinan dan alienasi terhadap aktualisasi dirinya. Ini merupakan ramuan yang sangat mujarab jika anda berniat menciptakan penjahat hebat, termasuk di dalamnya adalah teroris dan akhirnya terciptalah teroris-teroris baru yang berbahaya. Padahal kalau dilihat awalnya mereka hanya kekurangan empat hal yang notabenenya harus disediakan oleh pemerintah republik ini, namun korupsi telah menghapus semuanya..menjadikannya hanya sekedar tulisan dalam undang-undang.
Penjelasan di atas cukup menerangkan kenapa Korupsi berkaitan erat dengan Terorisme. Jadi saya berkesimpulan disini bahwa teroris yang sebenarnya adalah para koruptor. Korupter merupakan "bapak" terorisme yang sangat berbahaya karena selain memiliki akses terhadap  jalannya pemerintahan yang sedemikian luas tapi juga mempunyai kemampuan untuk "menghilangkan" dirinya, tentunya dengan bantuan dari berbagai pihak, salah satunya yang paling signifikan adalah bantuan media.

Definisi saya mengenai koruptor disini bukan hanya mereka yang "mencuri" uang rakyat dalam jumlah milyaran seperti jagoan kita Gayus Tambunan, tapi mereka yang turut menikmati uang "remang-remang" yang jumlahnya hanya puluhan atau ratusan ribu. Bahkan tanpa kita sadari banyak saudara, teman atau bahkan orang tua kita yang telah berpartisipasi secara aktif dalam tindak terorisme karena ya itu tadi, mereka turut memberikan andil terhadap reduksi kesejahteraan bangsa ini dengan mengambil uang yang tidak jelas sumbernya itu.

 Jadi daripada kita berteriak-teriak basmi terorisme, bahkan hingga ada group Facebook mengenai perlawanan terhadap tindakan terorisme pasca pengeboman di J.W Marriot, akan jauh lebih efektif bila kita mengkonsentrasikan pada pembasmian para koruptor. Seperti yang dilakukan oleh kelompok SPEAK (Suara Pemuda Anti Korupsi), ICW atau lembaga-lembaga non-pemerintahan lain yang mengkonsentrasikan dirinya pada isu korupsi. Ini tentu jauh lebih bermanfaat karena alih-alih hanya demonstrasi menentang teroris namun melupakan bapak atau biang terorisme itu sendiri, yaitu korupsi.

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa menyadarkan kita bahwa isu terorisme jauh lebih luas, lebih tersembunyi dan penuh konspirasi. Terorisme tidak sesederhana menangkap maling ayam atau maling mobil, karena pada isu terorisme selalu menyembunyikan agenda-agenda politik.

No comments:

Post a Comment