Why do Foreigners like My Blog Better than Indonesian?

I have two blog, http://venomaxus.wordpress.com & the new one http://imo.thejakartapost.com/venomaxus .  Both of that blog are created based on my interest at social and political phenomenon. The first one (www.venomaxus.wordpress.com) are written in bahasa Indonesia, my national language and the other one are written in English. The Indonesian blog was created two years ago and I always promote that blog to Indonesian citizen journalism website such as www.lintasberita.com or www.infogue.com . But the traffic visitor to my website are still stagnant, of if there are an improvement it only increase approximately 100 or 200 visitor per month. And now, the sums of all visitors are only 5600 people since the first time I created it. And the sad news is the fact that my blog almost never get any rating (by visitor polling) in that citizen journalism websites. That means most of readers doesn’t like at all with what I had written

Meanwhile, my brand new blog in English can gain a lot of interest from foreigners in less than 2 weeks. Moreover, some of them ask to put my article at their website and others are asking me to put RSS feed in my blog home. And also few of them share my article on their facebook, adding me as their friend and sending me message whether do I have another interesting article to publish or not. In fact, my English blog is only translation results from my Indonesian blog, thus, the content of those blogs are similarly same. And surprisingly, I receive a lot ping back from various foreign website! And of course my ability to write in Indonesian is far better than my English.

Most of my blog articles are telling about political and social condition of my country (Indonesia), but some others are telling about general social condition all whole the world. I don’t know, maybe Indonesian are less interested in such issue. As I can see, Indonesian are more interested to tech blog which discuss about most hi-tech gadget, popular device and something like that. Indonesian are also more interested in tutorial blogs for instance: “How to keep your PC run faster”, “How to clean your hard disk”, “Steps to make your cell phone looks better” or something else. Indonesian are also interested in unique or awkward news such as “A new habitable planet has been found!” , “The appearance of White Crocodile has reported in nearby river” and others. And one of unique characteristic of Indonesian are their interest to superstitious creatures such as ghost, Satan and demon (according to Indonesian google favorite keywords).

But would stop writing blog because of that? No, I wouldn’t. I writing blog not because economic motivation (that why you can’t found commercial advertisement in my blogs) but I do it because I believe that issue is crucial matter to this country progress. And maybe because politic and social issue is a topic that I understand very well since I am a student of social and political science. Maybe all I have to do is only improving my language style to attract more people, isn’t right? :)

Negara Setan

Setan memang Negara yang satu ini. Setan karena isinya banyak setan-setan yang berkeliaran. Setan karena diurus oleh setan-setan.

Indonesia, sebuah negara yang juga merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Dunia merupakan markas besar sekaligus pusat dari hal-hal busuk yang pernah manusia bayangkan. Hal-hal yang tidak jauh-jauh dari maksiat dan kenikmatan duniawi dapat ditemukan dengan mudah oleh siapa saja bila memang tahu cara-caranya. Bahkan tanpa bermaksud mencari hal-hal busuk itu kita dapat menemukannya tanpa sengaja.


 Seperti yang telah dijelaskan diatas tadi bahwa Indonesia diurus oleh setan. Kenapa Setan? Karena seperti yang semua orang berpendidikan tahu, Indonesia sendiri pernah dikuasai oleh bangsa Portugis. Bangsa Portugis yang telah dicatat dalam sejarah kita sebagai bangsa yang pernah menjajah Negara Indonesia, tentu saja dianggap sama jahatnya seperti setan pada saat itu.

Setan itu pun berganti, dari Setan Portugis, setan Spanyol, setan Inggris, setan Belanda dan setan Jepang. Tidak berakhir sampai disitu karena setan-setan yang tadi disebutkan baru setan-setan dari luar negeri alias setan bule. Setelah Indonesia merdeka pun adalagi satu jenis setan yang kembali menguasai Indonesia. Setan jenis baru ini-lah yang paling sulit dibasmi karena nyaris tidak terlihat dan berlindung dibawah naungan konstitusi yang di salah gunakan, ini lah setan paling bahaya yaitu setan Indonesia, setan pribumi, setan inlander.

Setan Indonesia bukan sekedar cerita dimasa lalu. Sampai saya menulis tulisan ini pun setan-setan jenis ini masih saja dengan bebasnya berkeliaran di jalanan dan wilayah-wilayah Indonesia. Setan itu terlihat jelas, tapi sayangnya dia telah sedemikian kuat posisinya sehingga orang-orang non-setan yang melihatnya pun tak mampu berbuat apa-apa. Ya setan inilah yang memegang kendali penuh atas Negara yang busuk ini.

Selain pemimpinnya yang setan, ternyata penghuninya pun juga setan. Setan karena membiarkan pemimpin setannya berkuasa. Setan karena memang perilakunya memang mirip seperti setan.

Membiarkan seorang pemimpin memerintah seperti setan padahal mempunyai kemampuan untuk merubahnya adalah perbuatan setan. Secara tidak langsung dia telah memberikan kontribusi yang jelas terhadap keberlangsungan rezim setan pemimpinnya. Sehingga bisa dibilang bahwa orang yang apatis terhadap perilaku setan pemimpinnya adalah sama-sama biadabnya seperti setan. Apalagi jika orang tersebut sebenarnya mempunyai kecerdasan atau kemampuan yang lebih dari cukup untuk melawan pemimpinnya yang setan namun dia diam saja, maka mungkin orang jenis ini sudah masuk golongan biang setan.

Perilaku kesetanan penghuni republik setan ini dapat dengan mudah dilihat dimana. Hampir setiap hari dapat kita lihat di Koran, televisi, internet dan lain sebagainya peristiwa-peristiwa yang dapat dikategorikan perilaku biadab ajaran setan. Pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dan peristiwa lainnya dapat dengan mudah ditemukan beritanya dimedia massa apapun. Degradasi moral dan akhlak manusia sudah terjadi sangat parah hingga agak sedikit sulit dibedakan lebih tak bermoral mana antara hewan dan manusia.

Namun bagaimanapun, tidak semua pengurus negeri ini setan. Masih ada pemimpin-pemimpin manusia sejati yang terus berjuang untuk mengusir dan menghabisi setan-setan yang berkuasa. Pemimpin yang senantiasa menghindari, menolak dan menahan godaan-godaan setan disekelilingnya untuk ikut membujuknya menjadi setan juga. Seringkali pemimpin manusia seperti justru dikondisikan seperti setan sejati di mata publik oleh lawan-lawan setannya. Atau sering juga beberapa dekade lalu jenis pemimpin non-setan ini cukup dikirim nyawanya ke akhirat saja alias dibunuh.

Begitupun halnya dengan penghuni negeri ini tidak semuanya setan. Masih ada orang yang perduli dan mau mengorbankan pikiran ataupun tenaganya untuk melawan pemimpin-pemimpin setan ataupun melawan penghuni setan lainnya. Sama seperti pemimpin non-setan, penghuni non-setan juga mempunyai kesulitan sendiri, terutama karena kecenderungan penguasa setan untuk melindungi para penghuni setan dan menghabisi penghuni non-setan.

Rezim setan akan berakhir manakala setan-setan itu sudah tidak lagi menguasai pemerintahan negeri ini. Masyarakat setan juga akan berakhir bilamana mayoritas penghuni negeri ini tidak melakukan perbuatan-perbuatan setan lagi. Memang semua itu jauh dari kata mudah karena membasmi setan sudah terbukti merupakan aktivitas yang rumit, melelahkan dan sangat beresiko tinggi.

Jadi kapankah republik kita ini akan keluar dari rezim dan masyarakat setan? Jawabannya ada di dalam diri setiap insan Indonesia itu sendiri, apakah dia akan masuk ke pihak setan ataukah memilih ke pihak manusia? Hanya diri sendiri yang bisa menjawab itu semua

Tulisan ini juga dapat anda baca di http://venomaxus.wordpress.com/2009/12/17/negara-setan/