Melanjutkan postingan blog saya kemarin mengenai apatisme pemuda terhadap masalah di Papua, ada seorang kawan di twitter yang menanyakan apa yang bisa dilakukan pemuda untuk, paling tidak, membantu masyarakat Papua sebagai rekan dan saudara kita sesama bangsa Indonesia. Good Question menurut saya, pertanyaan yang tidak saya kira datang sedemikian cepat usai kultwit saya.
Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan pemuda Indonesia untuk membantu masyarakat Papua, beberapa diantaranya mungkin terdengar sangan politis (karena memang background pendidikan saya adalah politik) namun sebagian lagi cukup realistis, hal-hal tersebut adalah:
1. Tekanan terhadap Pemerintah (Eksekutif)
Ini adalah yang paling mudah yang bisa dilakukan pemuda kita untuk membantu Papua (walaupun tidak efektif). Demonstrasi/unjuk rasa adalah sebuah aktivitas, yang menurut saya pribadi, bisa dilakukan oleh semua jenis pemuda manapun karena relatif mudah dan relatif tidak perlu kemampuan intelektual. Walaupun saya salah seorang yang kurang setuju dengan demonstrasi jalanan (situasional), namun dalam konteks "hal termudah yang bisa dilakukan pemuda", saya rasa unjuk rasa adalah hal yang paling mudah dan sederhana walaupun tidak efektif.
2. Counter-Propaganda via mass media
Pemerintah selama ini mempropagandakan bahwa situasi telah aman terkendali di Papua. Bahkan belakangan ini ada seorang petinggi partai yang berkuasa di pemerintahan mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran HAM di Papua. Terlepas dari benar atau tidak, tapi hal-hal semacam itu dapat dikategorikan sebagai propaganda karena bertujuan mempengaruhi opini publik. Dampaknya pun terlihat, pemuda kita yang sebelumnya dalam beberapa tweet saya sebut sebagai apatis, ada kemungkinan mereka berpikir Papua itu makmur dan sejahtera karena iklan-iklan di TV ataupun statement pemerintah. Sebenarnya kita sebagai pemuda bisa memanfaatkan hal ini untuk balik mempropagandakan (counter-Propaganda) kondisi di Papua. Kenapa saya sebut Counter-Propaganda? karena tujuan kita tetap sama yaitu untuk mempengaruhi opini publik terlepas dari benar atau salahnya dan dalam rangka membalas propaganda versi pemerintah (counter). Caranya? Mudah, banyak pemuda-pemuda yang jago menulis dan punya koneksi ke banyak media massa. Begitupun aktivis-aktivis pemuda yang bahkan sudah go International, hal-hal tersebut adalah potensi luar biasa untuk melakukan Counter-Propaganda.
Dengan strategi Counter-Propaganda lewat media massa ini,pemuda tidak lagi hanya bersuara kepada sesama pemuda tapi juga telah mempengaruhi opini publik secara luas,baik tua ataupun muda, pria ataupun wanita. Selanjutnya, efek dari opini publik terhadap solusi Papua tidak akan saya tulis disini karena akan keluar dari konteks judul postingan saya ini.
3.Melobi Legislator (Parlemen)
Mengingat masalah Papua adalah masalah politik murni, maka kerjasama dengan institusi negara tidak dapat dilepaskan sepenuhnya. Salah satu cara (paling tidak yang dilegalkan & disarankan menurut UU) adalah dengan menyuarakan suara kita via parlemen di Komisi X DPR. Hal ini perlu juga menjadi pertimbangan karena bagaimanapun adalah DPR yang mempunyai kekuatan legislasi sekaligus mengawasi kinerja pemerintah (eksekutif) Mengingat pemuda adalah konstituen atau kader bahkan simpatisan yang sangat potensial untuk keberlangsungan sebuah parpol, maka atensi kader-kader parpol ybs di DPR terhadap pemuda relatif lebih besar ketimbang atensi mereka ke generasi tua. Potensi-potensi yang terkandung pada pemuda-pemuda inilah yang membuat kita sebagai pemuda bisa dikatakan memiliki "special privileges" , kalau memang kita bisa memanfaatkannya. Namun dengan catatan bahwa langkah ketika ini jauh lebih sulit ketimbang cara 1 dan 2 karena faktor eksternal (prestasi, reputasi dan skill anggota dewan kita).
4.Mengunjungi Papua
Dari semua cara-cara diatas, mungkin cara ini adalah cara yang bisa kita lakukan untuk membantu Papua, yaitu dengan cara mengunjunginya. Alih-alih kita mengunjungi Afrika, Haiti, Kep. Bahama dan lain-lain (bagi mereka yang suka wisata alam tropis), ada baiknya kita mengelilingi Indonesia dahulu, salah satunya adalah ke Papua. Dengan mengunjungi Papua artinya kita telah menjadi saksi hidup bagaimana kondisi alam sekaligus kondisi sosial disana. Perhatikan bagaimana kehidupan sosial disana, mulai dari kegiatan ekonomi, kegiatan keseharian, cara bicara, cara berinteraksi dan lain-lain. Dengan mengunjungi Papua, secara tidak langsung kita telah melahirkan rasa integrasi kita dengan Papua sebagai bangsa Indonesia. Rasa empati dan simpati pun akan tercipta melalui kunjungan kita itu. Selain itu juga mengunjungi Papua akan membuat kita lebih baik dalam menjalankan point berikutnya.
5.Menulis
Cara paling sederhana sekaligus paling efektif (menurut saya) adalah dengan menulis, persis seperti yang sedang saya lakukan sekarang. Sayangnya saya tidak (belum) mengunjungi Papua sehingga saya tidak dapat menulis detail tentang Papua. Namun dari menulis kita dapat menyebarkan ide-ide tentang Papua semua kalangan dan golongan. Dengan menulis kita bisa menyatukan opini dan ide mengenai Papua dan menyinkronisasikan gerakan terkait dengan Papua, termasuk sinkronisasi gerakan pada point-point sebelumnya.
Tentunya masih banyak kontribusi nyata lain yang bisa berikan untuk saudara-saudara kita di Papua, tidak hanya lima poin diatas. Kita ini masih muda, kreatifitas kita untuk membantu dapat dikatakan nyaris tak terbatas. Jadi silahkan kamu, saya dan kita semua memikirkan cara-cara kreatif lain untuk membantu Papua, karena bagaimanapun mereka bukan Komodo atau Orangutan, mereka adalah manusia seperti dan yang utama: mereka adalah bagian dari NKRI.
Tentunya masih banyak kontribusi nyata lain yang bisa berikan untuk saudara-saudara kita di Papua, tidak hanya lima poin diatas. Kita ini masih muda, kreatifitas kita untuk membantu dapat dikatakan nyaris tak terbatas. Jadi silahkan kamu, saya dan kita semua memikirkan cara-cara kreatif lain untuk membantu Papua, karena bagaimanapun mereka bukan Komodo atau Orangutan, mereka adalah manusia seperti dan yang utama: mereka adalah bagian dari NKRI.
No comments:
Post a Comment