Ucapan Ramadhan & Lebaran Yang Sekedar Basa-Basi

Jika anda memiliki HP atau blackberry pasti anda pernah mendapatkan SMS "jarkom" (Jaringan Komunikasi) yang berisi ucapan Ramadhan atau ucapan meminta maaf (ucapan lebaran). Dulu pada awal popularitas handheld device ini mungkin kita masih memaklumi SMS semacam ini, namun entah lama kelamaan ucapan selamat semacam ini terkesan hanya formalitas basa basi kepada orang yang kita tuju. Ucapan lebaran & puasa semacam itu (saya menyebutkan dengan ucapan copy paste, send to many, forwarded) seakan-akan tidak melihat manusia sebagai makhluk yang unik dengan pengalaman dan interaksi yang unik pula dengan kita. Kita menyamaratakan semua manusia seperti mesin dengan mengirimkan sms berisi sama persis dengan fitur send to many (untuk HP lama) atau copy paste (untuk HP yang lebih modern).

Perasaan ini muncul sekitar 3 tahun lalu saat penulis mulai menerima lusinan SMS selamat lebaran dan puasa. Sebagian besar (mungkin 90%) SMS-SMS itu adalah tulisan-tulisan yang copy paste, atau parahnya dikirim ke banyak orang sekaligus sehingga tidak mencantumkan nama kita tapi hanya menyertakan kata "Kawan-kawan, guys, teman-teman" dan sebagainya. Saat membaca SMS seperti itu penulis rasanya malas sekali bacanya (hanya membaca headline nya, atau buka dan langsung tutup lagi hanya untuk sekedar untuk menghilangkan notifikasinya) karena pikir penulis "apa gunanya baca SMS Jarkom minta maaf seperti ini, toh orangnya juga mungkin tidak terlalu berpikir tentangku saat mengirimkan ini". Bahkan penulis berpendapat bahwa lebih baik tidak mengirimkan pesan samasekali daripada harus mengirimkan pesan Jarkom semacam ini. Namun untuk menghargai orang-orang ini biasanya penulis langsung balas (tanpa membaca SMSnya) dengan SMS ketikan sendiri yang bukan copy paste karena aku ingin menghargai mereka sekaligus menyentil mereka bahwa saya melihat mereka bukan sekedar "orang yang patut dimintai maaf lainnya", tapi sebagai individu yang unik (berbeda satu sama lain).

Jujur penulis pun pernah melakukan melakukan SMS jarkom ketika awal-awal menggunakan HP dulu, namun hanya sebentar saja karena saya merasakan ada sesuatu yang kurang benar dengan ini. Saya merasa bahwa ucapan puasa atau lebaran saya kurang mengena untuk masing-masing individu kawan yang tentunya mempunyai kenangannya masing masing dalam ingatan penulis. Setelah merasakan ketidakberesan ini, penulis mulai berhenti total mengirimkan SMS jarkom dan mulai mengetik satu per satu dengan isi berbeda untuk tiap orang yang penulis mintai maaf. Repot dan menghabiskan energi serta waktu memang, tapi penulis sadar inilah cara paling manusiawi untuk mengucapkan puasa dan minta maaf secara ikhlas kepada orang-orang yang telah mewarnai hidup kita.

Jadi, penulis berharap kita sebagai manusia Timur yang menjunjung hubungan sosial dengan sesama mulai sedikit demi sedikit mengurangi kebiasaan kurang baik ini. Mulailah belajar kembali untuk menulis pesan untuk per individu yang ingin kita ucapkan lebaran atau puasa. Selamat berpuasa!

No comments:

Post a Comment