Proud Of You Jakartan !

Pilgub DKI akhirnya selesai dan dengan sukses menempatkan jagoan saya, Joko Widodo alias Jokowi beserta wakilnya Ahok sebagai pemenang Pilgub DKI putaran kedua 2012 dengan masa jabatan 2012 - 2017. Untuk sementara ini (sampai hari saya menulis tulisan ini) belum ada pengumuman resmi dari KPU DKI mengenai pemenang pilgub DKI putaran kedua, yang ada hanyalah Quick Count dari berbagai pihak yang secara seragam menunjukkan hasil yang sama, yaitu kemenangan Jokowi Ahok. Terlepas dari siapapun pemenangnya, rasa bangga luar biasa tinggi saya tujukan kepada penduduk kota Jakarta yang telah dengan ikhlas dan dewasa berpartisipasi dalam pesta demokrasi terbesar dalam tingkat provinsi ini.

Kenapa saya bangga?

Pertama: Saya melihat sudah mulai terbit kesadaran politik dari kelompok muda (17-30) untuk berpartisipasi dalam sebuah sistem demokrasi. Baik itu dari omongan di kampus-kampus, kantor, dan teman-teman rumah, mulai menunjukkan bahwa pemuda kita mulai perduli dengan konstelasi politik Indonesia. Walaupun pembicaraannya masih sangat mendasar, namun paling tidak terlihat bahwa mereka mempunyai kepedulian dan kemauan untuk merubah lingkungannya melalui jalur politik. Mereka mulai rajin mengikuti program-program cagub yang diutarakan baik itu di televisi, internet ataupun media massa lainnya. Mereka seakan-akan mulai punya pikiran "gimana ya caranya milih pemimpin yang bisa bikin Jakarta makin bagus?", suatu hal yang sulit saya temui dikalangan muda pada pilgub atau pilpres sebelumnya.

Dulu, argumen mereka (termasuk saya juga dulu) adalah siapapun pemimpinnya tidak akan berpengaruh ke hidup saya. Politik hanyalah masalah elit-elit, rakyat tiada perlu ikut campur apalagi merasakan hasilnya. Dulu kami hanya berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan hidup kami tanpa pernah mempertimbangkan faktor pemimpin.

Kini, mereka dan termasuk saya sadar bahwa bagaimanapun kualitas kehidupan rakyat tidak bisa dilepaskan dari faktor pemimpinnya. Rakyat butuh pemimpin yang adil, skillful, dan bijak agar dapat hidup sejahtera. Dan inilah yang saya banggakan dari Jakarta: kedewasaan berpolitik kita relatif lebih baik dari pada yang sebelum-sebelumnya. Paling tidak dalam konteks tertentu, kepedulian rakyat pada proses politik dapat mencegah lahirnya kembali rezim Otoritarian dan bisa mengembangkan demokrasi pada level yang tinggi.

Alasan kedua mengapa saya bangga kepada warga Jakarta adalah Pilgub 2012 ini relatif damai dan tidak ada konflik horizontal terbuka. Mungkin memang ada kecurangan dan sedikit tensi disana-sini, namun tidak pernah benar-benar terjadi sebuah benturan. Rakyat Jakarta seakan-akan sadar bahwa perbedaan pandangan politik ini hanya sementara, toh pada akhirnya mereka akan bersatu lagi sebagai tetangga, kawan, rekan kerja, atasan, klien dan lain-lain sebagai warga Jakarta yang satu. Rakyat Jakarta tahu bahwa pada akhirnya mereka hanya akan punya 1 gubernur, yang siapapun dia, semua harus mengikhlaskannya sebagai pemimpinnya yang sah. Kesimpulannya, Pilgub DKI tahun ini relatif damai dan tanpa ada konflik-konflik yang berarti.

Ketiga: Jumlah golput menurun di putaran ke dua. Dalam sejarah pemilu di Indonesia, belum pernah ada pemilu putaran kedua yang dimana jumlah Golputnya berkurang. Selalu dalam putaran kedua pemilu apapun (Presiden atau kepala daerah) jumlah Golputnya senantiasa meningkat. Namun dalam fenomenon pilgub DKI 2012, jumlah Golput diputaran kedua justru berkurang (sekitar 0,3 persen) ketimbang putaran pertama. Hal ini menggambarkan betapa tinggi harapan warga Jakarta terhadap perubahan. Fenomenon ini sekaligus mengisyaratkan bahwa penduduk Jakarta mulai sadar bahwa Jakarta tidak akan berubah jika mereka sendiri tidak melalukan aksi nyata terkecil (nyoblos).

Keempat, khusus untuk relawan kotak-kotak yang telah melakukan Flashmob minggu lalu tanggal 16 September 2012, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia sebuah event yang cukup rapi dan terkoordinir yang diikuti oleh ribuan manusia, tanpa dibayar (termasuk saya) dan demi seorang calon pemangku jabatan politik. Entah apa artinya ini, yang pasti dari acara itu terlihat harapan warga Jakarta yang sedemikian besar kepada salah seorang calon gubernur. Ini juga memperlihatkan pada kita bahwa relawan-relawan gerilyawan pendukung kandidat politik juga bisa berkreasi secara luar biasa, tidak kalah dengan acara-acara terkoordinasi dari parpol.

Akhir kata, PROUD OF YOU JAKARTAN ! Semoga semangat fair play dan kedewasaan berdemokrasi ini bisa menular ke daerah-daerah lain di Indonesia

No comments:

Post a Comment