Ada hal unik yang terjadi selama masa kampanye Pilgub DKI tahun ini: Orang-orang yang tadinya tidak kentara orientasi atau pemahaman politiknya mulai terlihat aslinya, baik itu dalam sosial media ataupun dunia nyata. Kawan-kawan saya yang tadinya terlihat seperti tidak menaruh perhatian terhadap politik, mulai mengeluarkan opininya terkait pilgub DKI ini. Secara garis besar, ada 3 macam manusia di Indonesia ini dalam menyikapi strategi-strategi politik terkait pilgub DKI ini (berdasarkan pengamatan saya di twitter dan lingkungan rumah - kantor)
1. Orang yang Mengerti politik.
Kelompok masih sangat sedikit, mungkin perbandingannya hanya 1 dari 10 orang yang faham mengenai dinamika dunia politik. Orang-orang ini mengerti studi politik atau politik praktis di lapangan, maka dari itu mereka dapat dengan tegas dan jelas menyuarakan opininya: ada yang memilih Foke, ada yang memilih Jokowi dan ada pula yang memilih netral. Tidak jarang ketika orang-orang yang paham politik ini saling berseberangan pendapat, muncullah debat-debat (kalau di twitter disebut dengan Twitwar). Orang yang mengerti politik ini mengerti dengan jelas resiko, kelebihan, kekurangan dan konsekuensi masing-masing calon, dan mereka mempunyai kesiapan lebih atas apa yang akan terjadi di masa mendatang terkait output pilgub mendatang. Hampir semua kelompok ini tidak ingin menjadi bagian dari Golput.
2. Orang Tanggung
Kelompok tanggung ini adalah kelompok yang "sangat sedikit" paham tentang politik. Kemungkinan kelompok ini adalah didominasi simpatisan baru partai politik atau mahasiswa ilmu politik tingkat awal yang mana level-level itu masih banyak disodori dengan idealisme-idealisme politik klasik, dimana istilah - istilah subjektif "seharusnya", "sebaiknya" dan sebagainya masih sangat mendominasi. Kelompok ini mengisi 3 dari 10 orang yang berbicara mengenai pilgub. Kelompok ini, pada beberapa individu masih dirundung rasa kebingungan untuk memilih cagub yang mana. Kelompok punya punya pendirian sendiri, walaupun pendirian tersebut sangat rapuh bila di counter dengan argumen lain (ketidakmampuan menciptakan counter argument). Ciri kelompok ini adalah mereka sudah berorientasi pada program alih-alih kepribadian.
3. Orang Tidak Paham
Parahnya, 6 dari 10 orang yang berbicara pilgub DKI tidak tahu samasekali mengenai studi politik. Yang unik, 80% dari kelompok ini skeptis dan apatis dengan pilgub DKI 2012 (ingin golput). Berbeda dengan kelompok Orang Tanggung yang tidak begitu vokal, kelompok ini justru lebih vokal. Namun karena ketidaktahuannya, suara kelompok ini tidak pernah dianggap sebagai pertimbangan serius dalam meletakkan fondasi dalam rangka memilih salah satu calon. Kelompok ini sangat mudah termakan kampanye-kampanye sesat dan manipulasi data, termasuk kampanye oldschool yang mengedepankan kesukuan dan agama.
Demikianlah kiranya sedikit opini dari saya mengenai tipe-tipe orang menjelang Pilgub DKI berdasarkan tingkat pemahamannya. Jadi, di kelompok manakah anda berada?
No comments:
Post a Comment