Beberapa waktu yang lalu ada sebuah berita mengenai program kondom gratis untuk remaja oleh kementrian kesehatan Indonesia. Banyak yang kaget dengan wacana ini karena program ini dianggap akan semakin menyemarakkan apa yang disebut oleh sebagian besar orang Indonesia sebagai "Free sex" (seks bebas). Dalam tulisan saya ini saya tidak akan mempermasalahkan apakah ""free sex" (sesuai dengan definisi mainstream) itu benar atau tidak, dosa atau tidak, beretika atau tidak, tapi menganalisa statement bahwa program kondom gratis sama saja dengan mendukung seks bebas dari sudut pandang runtutan logika.
PERNIKAHAN
Sebelum membahas seks bebas nya itu sendiri, mari kita pahami apa yang dimaksud dengan pernikahan. Ada beberapa definisi pernikahan:
* UU Perkawinan NO.1 Tahun 1974
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
* Prof. Mr. Paul Scholten
Perkawinan adalah hubungan hukum antara seorang pria dan seorang wanita untuk hidup bersama dengan kekal, yang diakui oleh negara
* Prof. Dr. R. Wirjono Prodjodikoro, SH
Perkawinan adalah suatu hidup bersama dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang memenuhi syarat-syarat yang termasuk dalam peraturan hukum perkawinan.
Dari definisi tersebut dapat kita ambil semacam garis kesimpulan bahwa pernikahan adalah adalah hubungan antara laki-laki dan perempuan yang diakui oleh negara atau/dan agama. Substansi utama dari pernikahan adalah pengakuan agama dan negara agar mendapat pengakuan dari lingkungan sosialnya.Ada tiga konsep yang bisa terjadi dalam suatu bentuk pernikahan, yakni poligami, poliandri dan monogami. Poligami adalah seorang pria yang beristri lebih dari satu. Poliandri adalah adalah seorang wanita yang bersuami lebih dari satu. Monogami adalah baik itu pria ataupun wanita hanya mempunyai satu pasangan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan pra nikah adalah kondisi seseorang, baik pria ataupun wanita, yang belum terikat dengan status pernikahan menurut negara ataupun agama.
Maka kita dapat berkesimpulan sejauh ini adalah bahwa term "pernikahan" menitikberatkan pada pengakuan negara dan/atau agama. Pengakuan inilah yang membentuk tingkatan urgensi pernikahan yang berbeda dengan ikatan romansa lain, seperti pacaran contohnya yang jelas-jelas tidak diakui oleh negara dan/atau agama.
"FREE SEX" (Seks Bebas)
Penulis paham betul bahwa istilah free sex (seks bebas) ini kurang tepat, namun penulis di sini ingin mencoba mengikuti alur pemikiran yang dibuat oleh banyak media massa kita terkait dengan term free sex (seks bebas). Jika kita cari diberbagai literatur, maka kita tidak akan menemukan satu karya ilmiah pun yang menuliskan definisi Seks Bebas. Maka dari itu, sumber-sumber definisi seks bebas ini akan saya ambil dari berbagai sumber lain seperti koran, majalah, blog, pernyataan dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa definisi seks bebas yang saya dapatkan:
"Seks bebas adalah hubungan yang ilegal yang sangat dilarang keras oleh banyak pihak seperti pemerintah, agama dan orang tua" -http://sugiartha26.wordpress.com/2010/11/13/pengertian-free-sex-dan-dampak-sosial/-
"Seks bebas: Perilaku seksual yang dilakukan oleh seseorang bersama orang lain diluar ikatan pernikahan yang telah disahkan secara legal oleh badan hukum negara dan dan/atau badan hukum agama" -http://www.iknow.co.id/tubuhmu_dan_kesehatanmu/seks/apa-sih-dampak.aspx-
"Seks bebas adalah perilaku atau perbuatan seks yang dilakukan diluar nikah" -http://fahmigitulooh.blogspot.com/2010/11/apa-itu-seks-bebas.html-
Dari definisi-definisi yang belum teruji secara ilmiah tersebut dapat kita lihat bahwa artian dari seks bebas diterjemahkan sebagai kegiatan seks yang dilakukan sebelum/tanpa ikatan pernikahan. Definisi seks bebas tidak mencakup determinan krusial seperti jumlah pasangan yang pernah berhubungan seks, jadi untuk selanjutnya dalam tulisan ini, kita tidak memasukkan faktor berganti-ganti pasangan pada istilah "seks bebas"
KONDOM
Kondom adalah alat kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan atau penularan penyakit kelamin pada saat bersenggama (kopulasi). Tujuannya ada 2: mencegah masuknya sperma ke sel telur & mencegah menularnya penyakit yang ditularkan oleh pertukaran cairan tubuh. Tidak ada larangan di negara ini bagi pengguna kondom: Tua atau muda sama-sama diperbolehkan untuk menggunakan kondom karena memang tanpa efek samping. Terdapat larangan pada beberapa toko obat untuk menjual kondom ke anak-anak dibawah usia 17 tahun, namun secara undang-undang tidak ada peraturan seperti itu.
PREMIS ATAS KONDOM DAN SEKS BEBAS
Pernyataan yang mengatakan bahwa kondom gratis sama saja dengan mendukung maraknya seks bebas adalah sebuah premis yang saya coba buktikan kebenaran atau ketidakbenarannya. Untuk mencari tahu mari kita lihat kembali definisi seks bebas, yang sebenarnya pun, tidak tepat tujuan.
Ada beberapa premis mainstream yang populer dimasyarakat sekarang ini:
Pertama, "penyakit kelamin (termasuk HIV/AIDS) banyak terjadi karena maraknya seks bebas"
Kedua, "Seks bebas semakin marak karena kondom murah/gratis".
Kesalahan premis pertama: Seks bebas tidak mengakibatkan penyakit kelamin apapun karena memang tidak ada bukti medis bahwa hubungan seksual (kopulasi) yang dilakukan tanpa ada pengakuan dari negara ataupun agama akan mengakibatkan penyakit kelamin apapun.
Kesalahan premis kedua: Untuk premis ini agak rumit jadi saya berikan analogi sebagai berikut untuk mempermudah:
Seat belt atau sabuk pengaman adalah sebuah peralatan pengaman yang bersifat preventif. Sabuk pengaman berfungsi untuk mencegah cederanya seseorang dalam kecelakaan saat mengendarai mobil. Walaupun demikian tidak ada relevansinya antara banyaknya sabuk pengaman yang dipasang di mobil dengan jumlah pengendara mobil. Dan juga bukan berarti banyak sabuk pengaman di dalam mobil maka seseorang bisa menyetir dengan sembrono karena selalu ada resiko cedera bahwa sabuk pengaman tersebut tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan benar.
Kondom sama seperti sabuk pengaman: dia mempunyai fungsi preventif. Kondom berfungsi untuk mencegah kehamilan dan penyebaran penyakit menular & kehamilan saat melakukan hubungan seksual. Walaupun demikian tidak ada relevansinya antara banyaknya kondom gratis dengan jumlah hubungan seksual pra nikah. Dan juga bukan berarti adanya kondom gratis maka seseorang bisa melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan karena selalu ada resiko penularan penyakit dan kehamilan bahwa kondom tersebut tidak melaksanakan fungsinya dengan benar
Jadi kalau kita berpikir bahwa Kondom murah/gratis semakin mempopulerkan seks bebas (sesuai dengan definisi dalam tulisan ini) maka alur logikanya sama saja dengan mengatakan Sabuk pengaman dalam mobil semakin memperbanyak jumlah pengendara mobil. Suatu lompatan premis yang terlalu jauh.
Tulisan saya disini tidak untuk mempermasalahkan benar salahnya rencana pemberian kondom gratis. Saya hanya menganalisa secara runtut logika saja, yang ternyata terbukti terlalu melompat-lompat. Urusan seks pra nikah dosa atau tidak, sesuai dengan norma di Indonesia atau tidak itu bukan urusan saya dalam tulisan ini, walaupun secara pribadi saya lebih bisa memaklumi seks pra nikah yang hanya dilakukan sekali (setia kepada pasangan) ketimbang seks pasca-nikah tapi dilakukan berkali-kali dengan orang yang berbeda.

No comments:
Post a Comment